Minggu, 20 Maret 2011

Ismail dan Abu Bakar

Hari ini jadwal saya ngasih tausyiah tentang Nabi Ismail as. Tak dinyana (apeulah!), saya yang belum nyari data valid tentang itu malah dapet tausyiah oke dari ******** (naon sih, sok misterius gini, bilang aja ga tau namanya). Bingung, kan? Haha.

Jadi hari ini jadwal ngaji saya dialihkan menjadi ta’lim terpusat di gedung DPRD lama, depan hotel bumi asih itu loh, yang ruangan dan musholanya adem ituuu. Saya dateng telat, sekitar pukul 11.00 saya baru berangkat dari rumah, padahal acaranya selesai jam 12.00.

Oke, kembali ke TKP. Saya yang datang dengan niat hidup-segan-mati-tak-mau itu langsung duduk di pojok ruangan, langsung buka buku patofisiologi price and wilson, baca. Lalalala, sambil lalu saya mendengarkan, dan si ustadz makin asik aja ceritanya.

Sampailah pada kisah Abu bakar yang dikagumi banyak orang, dan beliau berdoa (intinya gini) :

Ya Allah, jadikan aku lebih baik dari apa yang mereka sangka dan ampuni aku atas apa yang mereka tidak tahu.”

Jlep. Saya terdiam dan berhenti membaca, menengok ke arah ustadz itu. Subhanallah, doa Abu Bakar ra. itu cerdas abizz (pake double z). Beliau rendah hati, tanpa merendahkan diri. Yap, bagi kamu-kamu yang kadang merasa risih dengan pujian orang, merasa orang terlalu lebay menilai diri kita, padahal diri ini masih banyak kekurangan, doa itu bisa dipake. : ) Sukaaaaaa. Sesuai banget sama apa yang saya rasain (cuih! sok banyak dipuji orang. Haha)

Mungkin niat awal saya ga bener, tapi niat bisa diperbaiki di tengah, bahkan di akhir, kok. Ga rugi deh setiap kita melangkahkan kaki keluar rumah untuk berkumpul dan membahas Islam, walaupun besok ujian : )


happy examination! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

friends