Rabu, 30 Januari 2013

Aga kareba?

Misi ke makassar bareng @kincidinta via HSF belum berhasil haha. Pengerjaan HSF ini (seperti karya-karya lain) begitu diwarnai oleh penundaan-penundaan berkepanjangan dan diselingi ujian, skripsi, dan dilematika pengungsian di Indralaya.

Jujur aja, saya belajar banyak hal sepanjang pengerjaan karya yang judulnya "Potensi Nanokurkumin Terkapsulasi Kitosan sebagai Tatalaksana Preventif Komplikasi Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui Penekanan Aktivasi NF-kB" ini. Mulai dari awal yang bingung menentukan topik karena khawatir sama dengan peserta lain, kemudian konsultasi ke dr. Zen Hafy (again) mengenai feasibility biomolekuler hal ini, mencari inspirasi dari kartul finalis SMSO, dari signaling VEGF-1 yang akhirnya fix pake signaling  NF-kB, dari ulkus diabetikus hingga komplikasi DM mikrovaskular. Diluar segala hal tentang ilmu kedokterannya, saya akhirnya tahu apa kekurangan saya dalam menulis kartul ahahaha. Pertama, saya orangnya ga detail dan berpola pikir praktis, jadi ga cocok untuk jadi editor terakhir ahahaha alasan. Kedua, saya biasa menuliskan apa yang ada di pikiran saya dan seringkali bermasalah dengan konsistensi istilah. Hmm. Mengenai motivasi, mungkin motivasi saya yang kurang. Jujur aja, motivasi saya buat kartul-kartul ini sebenarnya sederhana yaitu menuangkan gagasan tertulis yang (siapa tahu) bisa jadi terobosan dalam bidang research dan bermanfaat untuk masyarakat, serta belajar lebih dalam mengenai suatu topik. Ga ada motivasi yang membara untuk menang, mungkin disitu poin minus saya. Karena motivasi untuk menang itu kurang, tentu berpengaruh terhadap usaha untuk mengoptimalkan kualitas kartul. Ahahahaha. Hmmm. Ingat kata seorang sahabat yang ngajak kolaborasi untuk INAMSC, "Aku kalo ikut lomba, harus bagus, harus jadi finalis." Sebenarnya poin yang saya garisbawahi bukan "harus jadi finalis"nya, tapi "harus bagus"nya itu loh. Suatu karya itu harus bagus. Harus bagus. Jangan asal jadi. Disanalah saya sadar, saya ga punya motivasi itu ahahaha. Jazakillah, ukh.

Okelah, selamat berkarya, teman :)
Go for another project!

Senin, 21 Januari 2013

Al-Ahqaf 15

Inget dulu pertama kali denger ayat ini pas di TPA ketika masih oenjoe dan imoet dahulu kala, ayat ini jadi doa setelah belajar, pokonya selalu dibaca sebelum pulang ke rumah. Terpatrilah di pikiran saya bahwa ayat ini adalah doa setelah belajar, jadi setiap habis belajar melafadzkan doa ini.
Sesungguhnya saya baru baca Quran terjemahan ketika SMA, pas ikut eksplosif haha alhamdulillah. Sebelumnya yaaa cuma membaca ayatnya saja, yaa alhamdulillah rutin dua minggu sekali haha karena ada Ibu Erna guru ngaji saya dari SD hingga SMP rutin dateng tiap senin dan kamis. Fyi, karena kesibukan aktivitas renang jadi ortu manggil guru ngaji buat saya weiss sok sibuk haha, sekalian sih mama saya belajar ngaji juga, superb banget si mama teh meskipun udah tidak muda lagi tapi pembelajar sejati, long life learner.
Saya punya Quran yang ada terjemahan pun baru kelas dua SMA, itupun dikasih oleh seseorang (cieeee...) jazakillah khairan katsir, ...... Baca dan baca terjemahannya sampai pada akhirnya sampailah saya pada QS. Al-Ahqaf 15 ini, uuuuuuuh :3 langsung takjub dan jatuh cinta sama ayat ini, subhanallah sekalii, aaaak, indah banget, holistik, dan komprehensif, ilmu sosial ada, ilmu kedokteran juga, doanya itu juga ga nahaaaan. Sekarang bukan hanya doa setelah belajar, tapi masuk list doa wajib pasca sholat. Penasaran, kan? haha. Monggo cek sendiri yaaak.
Kepo itu butuh ketekunan, hati yang lapang, pikiran yang terbuka, dan tanpa prasangka ahahaha

Kamis, 17 Januari 2013

Nita    : Ma, kalo nita nikah sekarang udah bisa pake S.Ked di belakang nama :)
Mama : Anita Permatasari, S.Ked :) Sama siapa?
Nita    : teuing, entah siapa
*kemudian hening*

Jujur aja, belum ada bayangan sama sekali bakal seperti apa sosok yang telah Allah takdirkan di Lauh Mahfudz. #yakali #yaudah #gausahdibahas

Rabu, 16 Januari 2013

lalala

Perasaan paling menyenangkan adalah ketika sedang dikosan, packing mau mudik, tiket udah dapet, kemudian ke bandara, dan semakin dekat dengan rumah. Huaaaa. Apalagi waktu itu saya pernah mudik ga bilang-bilang, sampe mama ga percaya gitu, teriak-teriak shock ketika ga ada angin gaa ada hujan saya tiba-tiba ada di depan pintu rumah. hahaha

Dan sekarang saya udah mau balik lagi ke palembang, males packing, ingin lebih lama di rumah, meluk mama secara real haha, dan ga perlu mikir mau makan apa ntar, mau masak apa ntar, haha. Liburan kali ini banyak rencanaaaaaa, banyaaaaaaak banget, mau ke purworejo-jogja-solo, tapi belum berhasil, soalnya mama ada kerjaan digitalisasi laporan keuangan Himpunan Keluarga Besemah (arisan keluarga orang lahat yang ada di bandung) dan beliau membutuhkan bantuan anaknya yang cantik ini huahahaha daaaan kerjaan itu pun baru beres minggu pagi, sejam sebelum acara dimulai, karena nyari tempat ngeprint dulu. Makaning ujan-ujanan naik motor, mantap.

Senin nganter papa ke RS dustira untuk ambil hasil cek sputum, alhamdulillah kondisinya lebih baik dibanding bulan lalu. Selasa jenguk Radika, keponakan yang dari lahir sampai sekarang belum pernah ketemu, padahal adiknya Mas Kris yang udah seperti kakak kandung ituuuuu. Hahaha. Terus ke Palasari nyari buku saku Tosca buat pegangan koas, tapi ga nemu.

Alhamdulillah sempet ikutan acara di 3, outbond MT PAI, subhanallah sekali SMA 3 makin kereeeeeeeen, bahkan mentoringnya udah jadi bagian kurikulum dan didukung penuh oleh sekolah uhuy. Keteremu mirnov, misil, irma, alnis, chanus (!), aisyah, dan berinteraksi dengan adik-adik 2015. wow. haha. berasa tua, yakali emang udah veteran.Terus pulang dari sana hunting ramen dari sumatera hingga tubagus bersama irma, mirnov, misil, dan alnis. Dua motor, tiga helm, dan lima orang. Bisa dibayangkan yah. ihihihi, ga ding, tetep ada yang naik angkot ketang. Nah, selama makan ramen itu membicarakan misi pengibaran bendera geng akhwat tengkorak di Puncak Manglayang, betapa excitednya kamiiiii, fix, insya Allah kamis 17 Januari 2013 pukul 06.30 kumpul di perbatasan cibiru-bandung. Namun Allah berkehendak lain, sejak tadi pagi udah mulai ga enak badan, ditambah ngangkat dan jemur cucian, jadi beberapa kali kegerimisan. Mama dan papa juga bilang jangan, karena Jumat pukul 03.00 harus ke bandara Soetta ngejar pesawat jam 06.30. Gapapa, insya Allah lain waktu ya, ukhti-ukhtiku. Bye! :)

Minggu, 13 Januari 2013

Apakah kemampuan seseorang untuk membuat teman bicara jadi speechless adalah suatu keterampilan yang bisa dilatih? hahaha. Speechless karena bingung mau respon apa, kadang pernyataan dan pertanyaannya tricky, kadang straight to the point, kadang multitafsir. Ada nih temen saya terampil membuat teman bicara jadi speechless gitu. Atau saya aja yang tiba-tiba nge-blank? hahaha.

Jumat, 11 Januari 2013

Keinginan

Mama : Nita, sholat hajat atuh.
Nita    : Bingung mau minta apa, ma. Asa ga ada yang dipengenin banget banget da.
Mama : (-__-) Eeeeeeeh geura, banyak kaliiii yang bisa dipintaaa, jodoh yang sholeh gitu.
Nita    : Oh. Ok.

Perihal keinginan. Suka binguuuung mau minta apa. Hehe. Bukannya apa-apa, tapi da ya itu tadi, asa ga ada hal yang begituuuuu diinginkan sampe segitunya, sampe perlu sholat hajat. Bukan berarti saya ga ada keinginan sama sekali loh yaaa, tapi ................ *typeless*
Mungkin emang ilmu saya aja yang kurang, belum tau keutamaan sholat hajat dibanding sholat sunnah yang lain, terus perihal apa saja yang perlu di-sholat-hajat-kan. Hmm.

Kamis, 10 Januari 2013


Alhamdulillah. hari pertama di Bandung waktunya dipake secara efisien. Haha

Pagi banget nganter mama ke RS dustira buat naro antrian laboratorium papa, trus nganter mama ke kantor, dan pulang lagi ke rumah. Habis itu jam 8 nganter papa ke RS dustira lagi untuk cek sputum, alhamdulillah ga ngantri. Terus dari situ ke Bank Muammalat nganter mama nabung haji. Lanjut ke rumah Bude Mi sama mama di daerah pasir koja untuk minjem motor buat mobilitas selama di Bandung. Nah di Bude Mi ini agak lama ngobrolnya, ngobrolin rute perjalanan purworejo-jogja-solo, terus makan siang pake gudeg dan sayur bening, semakin memantapkan niat ke jogja. Haha. Pulang dan kehujanan. Sholat dzuhur. Tidur siang. Sempet bo. Ngantuk soalnya semalemnya ngobrol sama mama papa sampe jam 00.30.

Bangun. Pergi ke penjahit Bu Erni di daerah tagog cimahi buat fitting kebaya. Weis. Lalu pergi ke mba siti di daerah Cilame, nyampe lalu sholat ashar, terjebak hujan. Ngobrol banyak hal daaaaaaaaaaaan mba siti mengetahui sebuah rahasia yang pernah saya tuliskan di notes kecil angry bird. Huaaaa. Yaudahlah. Mau gimana lagi. Terus ke pesantren, menjenguk mba Ani yang sedang sakit. Pulang, maghrib, makan, isya, dan rebutan nonton tukang bubur naik haji atau princess hour. Haha.

Kemarin ngebantuin tugas mama selaku bendahara arisan keluarga Lahat-Pagaralam, jadi buat salinan rekapitulasi dana gitulah, jadi stay home, tatatatapiiiii belum kelar sampe sekarang. heu. Maafkanlah anakmu ini, ma.

Hari ini insya Allah main ke SMA 3 mau ketemu mijil, pusfa, irma, dan alnis. yeaye :)

Rabu, 09 Januari 2013

Kepribadian dari tulisan

Senin lalu, pukul 07.00 saya mampir ke rumah dr. Tri untuk jadi 'pasien' beliau. Jadi ceritanya beliau lagi ngambil kuliah lagi tentang psikologi, khususnya tentang menilai dan memeperbaiki kepribadian dari tulisan. Ini bukan ilmu ramal atau terawang yang ga jelas gimana, ini ada dasar ilmunya.
Sesungguhnya udah dari tahun lalu (berasa lama) saya mau konsul tentang tulisan ke Bu Nini, dosen psikologi di fakultas saya, tapi Allah belum mengizinkan dan ternyata alhamdulillah bisa konsul gratisan ke dr. Tri. Bwahaha. Personally, saya emang tertarik masalah psikologi kepribadian gini, tapi bukan masalah psikiatri. Beda loh. Hehe. Rasanya seneng aja bisa tau karakter pribadi, kelemahan, dan cara mengatasinya.

Nah, jadi di rumah dr. Tri itu saya disuruh nulis nama, usia, dan jenis kelamin. terus membubuhkan tanda tangan, juga menuliskan apapun yang ingin dituliskan sebanyak 3-10 baris. Menulislah saya. Syalala, bentar aja, ga nyampe tiga menit. Daaaaan langsung diintepretasikan saat itu juga. haha. Perlu diingat, bahwa intepretasi tulisan ini sifatnya temporer dan ga mutlak. Karena tulisan kita dipengaruhi kondisi kita saat melakuakan tes. Bisa berubah, jika ingin. Bisa diperbaiki.

Saya bakal nulisin sebagian intepretasi tullisan dan tanda tangan saya, tapi yang agak negatifnya aja. Biar ga sombong. Haha. Ini dia : Saya orangnya PD alias Percaya Diri (bahkan cenderung terlalu pecaya diri), nyaman dengan diri sendiri, keras (dalam artian kalo udah ada kemauan, susah mengganggu gugatnya, terus kalo berpendapat susah dibantah), susah mendekati dan susah didekati (?).

Nah yang paling disoroti adalah yang terakhir, susah mendekati dan susah didekati. Kalo saya pikir lagi, indeed, saya terlalu nyaman dengan diri sendiri, nyamaaaaan banget. Bahkan masalah kenyamanan ini udah sering saya curhati ke orangtua, kenapa saya begitu nyaman dengan diri sendiri, apakah ini dampak menjadi seorang anak tunggal yang memang ga biasa curhat berbagai hal ke orang lain, ke teman, ke sahabat atau gimana. Negatifnya, saya jadi cenderung ga merasa butuh orang lain atau sahabat yang dekat sedekat-dekatnya. Rasanya lebih nyaman melakukan hal-hal sendiri, saya suka canggung kalo lagi jalan sama temen (apalagi kalo cuma berdua) mau ngobrolin apa aja. Hahahaha. Astagfirullah.

Meskipun begitu, saya tetap punya kehidupan sosial kok. Saya ke kantin (?), bercanda bareng, ngobrol, makan bareng, belanja bareng, belajar bareng, ngaji bareng, nonton bareng. Tapi ada batas yang belum bisa ditembus oleh seorang pun dari sahabat saya.
Yaaa, dari pertemuan dengan dr. Tri ini saya dianjurkan lebih membuka diri, mau mendekat dan mau didekati, dalam konteks sosial. Bahasanyaaa boooow. Wkwkwk. Sesungguhnya masalah ini udah diwanti-wanti sama mama saya, istilah beliau buka jejaring seluas-luasnya dan jalin silaturahim, jangan cuma sekadar kenal lalu lupa, atau yang lainnya. Ya, begitulah. Long life learning, insya Allah saya lagi berproses untuk jadi Anita yang lebih baik. Bismillah.

Oiya, fyi, dari tulisan ini bisa keliatan gimana kita menjalani masa kecil kita, trus kita dominan menyerap nilai dari ayah atau ibu, hubungan kita dengan Tuhan, kecerdasan intelektualitas, kecerdasan emosional, kepemimpinan, and many more. Buat teman-teman di madang dan sekitarnya, langsung aja hubungi dr. Tri, beliau lagi nyari pasien 150 orang tuh, ehehe.

Sabtu, 05 Januari 2013

Bukan Akhir

Alhamdulillah, tadi pagi saya udah sidang skripsi.
Pengerjaan skripsi ini bisa dibilang banyak suka dan sedikit sekali duka, bahkan nyaris tidak ada. Mulai dari dosen pembimbing (dobing) yang mendukung, open-minded, membimbing, dan mendampingi dalam setiap proses pengerjaannya yaitu dr. Irfan, dobing yang satu lagi, dr. Tri, sudah seperti sahabat yang sangat paham diri saya, so sweet. Subhanallah. Belum lagi dosen penguji, dr. Hertanti, yang juga mendampingi dan mempermudah saya dalam pengambilan data. Biaya yang dikeluarkan dari kocek saya pun nyaris tidak ada, semua proses copy kuesioner didukung penuh oleh fakultas, saya hanya modal softcopy file skripsi dan kertas buat cetak proposal dan skripsi. Dalam proses pencetakan pun banyak pihak yang membantu, khoti, kiky, vivi. Juga rumah dwi dan ofi tempat numpang nyimpen puding dan kue buat snack dosen supaya ga basi. Belum lagi doa dari mama-papa dan sahabat-sahabat. Semua prosesnya tidak ada hambatan, malah terbuka peluang untuk sesuatu yang lebih besar, insya Allah. Alhamdulillah.

Minggu ini adalah minggu penuh kehectican. Motivasi terbesar saya adalah mudik, mudik, dan mudik. Pasca pengungsian di layo saya berkejaran dengan waktu untuk sidang minggu ini. Momen inilah pertama kali saya ngerjain sebuah karya dengan totalitas. Bahkan ada satu hari yang saya total ga tidur. Makan kalo sempat, tidur kalo sempat. Hahaha. Jam makan dan tidur jadi ga teratur. Alhamdulillah Allah masih ngasih tubuh dan pikiran yang prima. Kekuatan kortisol, mungkin. Percaya ga percaya, saya masih ngerjain slide presentasi ketika dr. Hertanti udah masuk di ruang sidang. Huaaaaa. Jangan ditiru itu, dag dig dug banget ituuuuu.

QS. Al-Insyirah: 7. Lanjut proyek berikutnya. Buat sahabat-sahabat, semangat! Insya Allah bisa. Go go go!

friends