Minggu, 22 Mei 2011

alhamdulillah

kamu pernah ngerasa ga nyaman, tapi pengen tetep melafazkan alhamdulillah?
karena se-ga-nyaman-ga-nyaman-nya situasi atau kondisi yang dialamin ga bakal pernah setara apalagi melebihi ketika kita lagi kondisi bahagia.
alhamdulillah.

Kamis, 12 Mei 2011

qiyadah wal jundiyah

siapa bilang jadi jundiyah lebih gampang daripada qiyadah?
bukan berarti jadi jundiyah tuh PASTI lebih berat, tapi ga pernah denger bahwa tugas seorang qiyadah PASTI lebih berat, kan? Apa jadinya seorang qiyadah tanpa jundiyah? Apa jadinya seorang jundiyah tanpa qiyadah? ga ada. semuanya ada karena sama-sama penting. saling melengkapi. menjadikannya utuh. kokoh.

Selasa, 10 Mei 2011

jangan ganggu. ah, tak usah dilanjutkan, satu sama lain sama sama tau.

Senin, 09 Mei 2011

obliviate!

bahkan saya lupa kapan terakhir tertawa tulus.
gara-gara kamu, hei pikiran sinis dan tak bersahabat!
enyah kau dari diri anita permatasari! sana!
astagfirullahal'adzim.

salah vs keliru

hmm. ingin nulis, tapi ga tau mau nulis apa.
kamu pernah merasa ter...., ter...., ter.... apa ya? tuh kan tambah bingung. disorientasi, mungkin kata itu lumayan bisa mewakili.

disorientasi disini bukan maksudnya saya disorientasi dalam kehidupan, dan merasa ditinggal tuhan dan merasa sendiri atau apalah perasaan macam sinetron gimana gimana. kacau ih, kalimatnya. atau saya butuh masa orientasi ulang? seperti jaman PliST yang uwow banget nyaris lima tahun lalu itu? mungkin. atau tentang something we called as ruhiyah ? duuuh. klasik banget sih kamu, nit!

bahkan saya juga ga tau arah tulisan ini kemana. tanpa tujuan.
akhir akhir ini pikiran sinis yang mendominasi, jahat. mulai ga nyaman dan ingin pause mode : on. banyak hal, ga banyak-banyak banget sih, hal yang perlu dibenarkan dan dikerjakan. ingin memastikan semuanya tidak salah, minimal tidak keliru. ingin adil. adil sejak di pikiran. solusinya ya mulai aja. lakuin sekarang.

salah. keliru. salah. keliru. salah. keliru.
saya pilih tidak salah dan tidak keliru. minimal seminimal minimalnya adalah saya keliru, jangan pernah salah.

Jumat, 06 Mei 2011

lenyap

Sayang sekali, ada kesukaan padaku untuk melenyapkan diri dalam segala, Tuan. Bukan, bukan kesukaan. Mungkin lebih tepat dinamai kecenderungan. Berbahagia melihat orang dapat berbahagia menikmati hasil kerjaku. Cukup, itu sudah cukup, Tuan.


P.A.T., Jejak Langkah

Selasa, 03 Mei 2011

tensi di PMI

oiya, udah beberapa hari ga internetan, da ga ada pulsa. berarti udah beberapa hari juga ga cerita-cerita (masalah ga penting).

kemarin teh hari apa ya? oiya, senin. kan tutortial jam setengah duabelasan, tapi saya udah stand by di kampus jam delapanan, mau mentoring. haseek! alhamdulillah adek2nya datang samua, karena saya iming-imingi dengan bahas OSCE blok 6. Parahnya, di mentoring perdana ini saya kurang persiapan, jadi we nyampein materi yang ada di notes pink saya. materi liqo. dan ga nyambung dengan kondisi kejiwaan mereka saat ini, secara mereka mau ujian. haha

so far so good. alhamdulillah lancar, bahkan kami sempet latian tensi raksa di PMI :)
semoga ikatan kekeluargaan ini makin erat, sampai di surgaNya :)

choi, chentie, desi, veni, miko, firdha

lucu

udah lama ga ketawa, padahal ga lagi sedih. asa ga ada yang lucu.
tapi tadi ada yang lucu, tapi ga terlalu lucu, dan ga ngebuat saya ketawa.

gadis : teh, punya kertas kambing ama kertas mika buat jilid laporan?
saya : ga punya, aku mah ga dijilid, da cuma satu lembar folio bergaris
gadis : emang boleh ga dijilid?
saya : kenapa harus ga boleh?

"lucu", kan? haha. ketawa dipaksa gini.

Harkitnas dan Pormafka : Esensinya terserak sana sini

opini

Kita mungkin bosan dan muak dengan tetek bengek peringatan hari kebangkitan nasional dan esensi memperingati hari tersebut, menyebut jasa pahlawan para mahasiswa kedokteran angkatan 1908 blablabla. Atau saya saja yang muak? Haha. Sebenernya muak disini berarti saya ga menghargai jasa mereka yang luar biasa itu, bahkan sampai detik ini saya masih heran sama ide brilian mereka, kok bisa ya mereka mikir something out of the box kayak gitu? Padahal istilahnya mereka bukan orang tertindas, posisi mereka di pemerintahan aman dan nyaman, hidup mereka terjamin, mereka ga rugi dengan kondisi indonesia yang kayak gitu, tapi fakta membuktikan bahwa kalangan terpelajarlah yang menggebrak awal abad 20 dengan organisasi nasional, moment kebangkitan dan persatuan yang ‘Rawr!. Salut!

Lalu apa yang akan dibahas di secarik kertas berisi kata-kata tak jelas ini? Lalu apa pula hubungannya dengan pormafka FK Unsri? Jelas ada!

Pormafka adalah event yang dinanti bersama, sebuah momen bergembira bersama dengan puncak pentas seni. Setiap minggu ada perlombaan antarangkatan yang uwoow bikin semangat, mendadak cinta pemainnya angkatan, mendadak SATU, mendadak kompak. Latihan sana-sini, bikin yel-yel, diskusi merancang strategi bareng, foto bareng, nonton bareng, saling nyemangatin bareng, suka-duka bareng. Pormafka ajaib, yah? Ada semangat persatuan di pormafka! Ada semangat untuk semangat bersama! Memperjuangkan izzah (red. kehormatan) angkatan. Semua itu kita lakukan di tengah hiruk pikuk kehidupan mahasiswa kedokteran, di tengah tahun ajaran ketika semangat mulai redup. Thanks to panitia dan segala pihak yang menyukseskannya!

Ayo kita sandingkan moment pormafka kita dengan hari kebangkitan nasional, sudah terlihat persamaannya? Mungkin klise, tapi itu yang saya simak. Ada semangat membela kepentingan bersama dalam moment terbentuknya organisasi nasional itu, ada semangat persatuan juga, sama seperti pormafka. Coba kita bayangkan, jika saat itu mahasiswa apatis dengan kondisi sosial di sekitarnya, kemudian sibuk dengan ukuran akademis bidang kesehatan yang memang seru untuk ditelaah, saya hampir yakin ga akan ada semangat kebersamaan untuk membela kepentingan bersama. Agak maksa ya saya. Hehe.

Tapi (saya tau kalian nunggu kata ini dari tadi. Haha), merasa ada yang missed? Iya, sayangnya kebersamaan saat pormafka hanya dirasakan pihak-pihak tertentu, tidak mencakup seluruh elemen angkatan. Sayangnya, hiruk pikuk euforia kemenangan dan duka cita kekalahan hanya dirasakan kelompok A dan B, tidak sampai Z. itu intern angkatan, apalagi cakupan FK Unsri. Bukankah pormafka juga bertujuan untuk menciptakan suasana kekeluargaan antarangkatan? antarprodi? menumbuhkan karakter kedewasaan ketika kita kalah? menjunjung sikap rendah hati ketika kita menang? kemudian seperti apa dan bagaimana follow-up dari kebersamaan yang sudah mulai tumbuh? Hmm.. kompleks memang. Seperti hari kebangkitan nasional, apakah hanya mahasiswa kedokteran saja yang berhak merasakan ruh semngat kebangkitan ini? tentu saja TIDAK. Masalah lainnya adalah harkitnas yang diperingati secara insidental, semangatnya muncul pada hari itu saja, proses tindak lanjutnya minim, bahkan nyaris tak ada. ironis.

kemudian keadaan seperti ini berlanjut ke tahun berikutnya, dan tahun berikutnya lagi. JIKA TIDAK ADA REVOLUSI.


.

friends