Minggu, 13 September 2015

Rekayasa Persepsi Peran Perempuan dalam Lingkungan Sosial, Serupa Rekayasa Genetika pada Film Serial The Last Ship (part 1)

Siang itu Saya tengah mencari literatur menarik sebagai sumber referensi dalam pembuatan esai yang saat ini ada di hadapan Anda. Saya mengetik kata “perempuan” pada mesin pencari online, saya membiarkannya sejenak, kemudian sepersekian detik berikutnya sang mesin pencari pintar tersebut merekomendasikan satu dua kata setelah kata perempuan yang telah saya ketikkan. Saya cukup kaget, karena frase yang muncul adalah “perempuan cantik”, “perempuan seksi”, dan “perempuan bergairah 1982”. Tak jauh beda ketika saya mengetikkan kata “wanita” pada mesin pencari yang sama, frase yang muncul kemudian adalah “wanita malam”, “wanita seksi”, dan “wanita bahagia”. Saya menatap layar monitor sembari menghela napas sejenak. Apakah perempuan selalu identik dengan ekploitasi fisik? Apakah perempuan hanya satu bentuk komoditas untuk dinikmati? Clearly, something wrong happened.

Perempuan di Mata Perempuan


Ada golongan perempuan yang menganggap perempuan hebat adalah perempuan sholehah dan cerdas, serta taat pada suaminya, mampu mendidik anak-anaknya menjadi generasi mukmin sejati yang rahmatan lil’alamin, mampu mengatur keuangan keluarga, indikator keberhasilannya adalah keluarga yang bahagia. Beberapa kelompok tertentu memiliki pendapat lain, baginya perempuan itu mesti berpendidikan tinggi, mengejar cita-cita setinggi langit, mampu bersaing dengan para lelaki, bermanfaat langsung dalam pengambilan kebijakan yang berpengaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat, indikator keberhasilannya adalah posisi jabatan strategis dalam suatu instansi. Ada pula perempuan lain yang berpikiran bahwa perempuan pantas untuk dikagumi khalayak ramai sebagai bentuk syukurnya kepada Tuhan atas nikmat keelokan tubuh yang diberikan padanya, sehingga dengan berbagai upaya dia ingin tampil menjadi hiburan khalayak ramai, indikator keberhasilannya adalah berhasil menjadi selebriti yang terkenal. Itu baru tiga persepsi, mungkin Anda pun memiliki pendapat lain mengenai bagaimana deskripsi perempuan hebat. Itulah manusia dengan keanekaragaman pikirannya. Lalu, mana yang benar? Mana yang baik?


kelanjutannya akan dipublikasi minggu depan, insya Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

friends