Kamis, 25 Oktober 2012

Pengembangan Diri
Oleh: Dr. Anies Rasyid Baswedan, MS

Pada tanggal 20 Oktober 2012, diadakan training serta beberapa publikasi produk HPEQ Student, diantaranya e-journal, hasil kajian interprofessional education, hasil kajian partisipasi mahasiswa dalam bidang pendidikan, peluncuran website, dan ditutup dengan dahsyat oleh materi yang dibawakan oleh Pak Anies Baswedan. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari 7 rumpun kesehatan yang berbeda: Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Farmasi, Keperawatan dan Kebidanan.

Pak Anies mengakui bahwa dia memiliki kebiasan selalu beraktivitas disetiap waktu, baik berdiskusi, menulis dan memberi ceramah. Dirinya merasa terpuaskan ketika bisa mengubah pola pikir orang lain.
“Saya sering merasakan itu. Setiap kata yang saya ucapkan setidaknya bagi saya bisa menggugah dan mengubah persepsi orang. Saya yakin di setiap pertemuan yang saya ikuti, saya merasakan perubahan itu meskipun kecil.” ucap Pak Anies. Saat memberikan materi pak anies memberikan banyak tips untuk para peserta yang hadir.

1.  Tentang Kepemimpinan – Trust Building
Bagaimana agar kita bisa menjadi pemimpin yang baik dan diikuti oleh para pengikut kita?. Solusinya hanyalah Trust, ketika orang sudah percaya dengan kita, maka tidak akan sulit bagi kita untuk membuat suatu movement yang diikuti oleh banyak orang. Trust itu sendiri mempunyai rumus sebagai berikut:
      Rumus Trust: competency + integrity + intimacy – self-interest
Plus Kompetensi merupakan kemampuan dan keahlian kita dalam menyelesaikan pekerjaan kita, apabila saat ini kita belum mampu memenuhi kompetensi kita, maka belajar, belajar, dan berlatihlah. Orang lain akan menganggap kita apabila kita mempunyai skills yang baik.
Plus Integritas merupakan kerja nyata yang berjalan secara kontinu, tidak hanya bisa bicara ini itu, atau datang dan pergi begitu saja.
Plus Kedekatan merupakan hubungan kita dengan orang lain. Banyak sekali permasalahan yang akan timbul apabila kita tidak dekat dengan si A, B, dan C. Namun apabila kita sudah mempunyai kedekatan ini, insyaAllah bekerjasama pun akan menjadi mudah.
Minus Kepentingan Pribadi merupakan bagaimana kita mengendalikan kepentingan-kepentingan pribadi kita sendiri saat kita diberikan sebuah amanah. Misal saya mau masuk organisasi X supaya bisa terkenal, saya inginkan jabatan Y supaya bisa mendapatkan wewenang lebih, dsb. Apabila didalam diri kita masih ada kepentingan-kepentingan pribadi, maka kendalikanlah, kurangilah, dan berikanlah yang terbaik bagi tugas dan pekerjaan kita agar Trust itu bisa kita dapatkan. Mari kita benahi niat-niat kita dan benahi kerja-kerja kita.

2.  Networking-Mengajak kepada kebaikan-Followership
Kemampuan memperbanyak network/jaringan ini menurut beliau sangatlah penting. Karena melalui relasi ini kita akan dikenal luas di berbagi komunitas. Sehingga kita mempunyai kesempatan untuk mengkomunikasikan ide mengajak orang lain untuk berbuat baik secara lebih luas. Inilah yang disebut dengan followership, dimana kita cukup jadi teladan dan panutan yang baik sehingga dapat ditiru oleh orang lain secara terus-menerus.

3.  Fact of Life— Multiple roles
Seringkali kita mengeluh karena banyaknya aktivitas a, b, c, d, e, f, g. Lantas apakah dengan mengeluh kita dapat menyelesaikan masalah?, apakah dengan mengeluh kita bisa melahirkan solusi?. Contoh lain, misalnya “saya tidak suka dengan orang itu, orang itu menyebalkan, sehingga saya malas bekerjasama dengan dia”. Semua masalah-masalah tadi disebut sebagai Fact of Life, ya, sebuah kenyataan yang harus kita hadapi bukan kita hindari, bagaimana caranya?. Praktekkan!, ya mulailah sedikit demi sedikit mengurangi mengeluh, mencari solusi, membuat strategi, dan berlatihlah. Semua masalah yang kita hadapi hanya dapat diatasi dengan Practice it!

4.  Mengkomunikasikan ide bukan Mengekspresikan ide
Seringkali kita mahasiswa, hanya bisa menuntut kepada pihak kampus, misalnya “aduh saya kesal dengan sistem dikampus saya, saya kesal dengan metode pembelajaran, saya kesal dengan fasilitas kampus, harusnya begini dan begitu baiknya” kekesalan-kekesalan tersebut akhirnya menjadi booming karena satu sama lain saling membicarakan keburukan kampusnya sendiri, inilah yang disebut dengan mengekspresikan ide. Pertanyaannya: apakah dengan menggerutu ini itu kita dapat mengubah sesuatunya?
Lalu apa yang seharusnya kita lakukan?. Yang harus kita lakukan adalah mengkomunikasikan ide. Menyampaikan pesan/ide/gagasan kepada yang bersangkutan, misal kaprodi, dekan, atau wakil dekan tentang list keluhan beserta solusinya. Ingat, sebelum mengkomunikasikan ide, kita harus memikirkan solusi konkrit untuk permasalahan di kampus, jadi bukan hanya sekedar curahan hati.

5. Going Extramiles
Tidak cukup hanya mewujudkan mimpi-mimpi kita, namun lampauilah mimpi-mimpi kita, bekerja lebih banyak, lebih tulus, dan bermimpilah. Karena mimpi memberikan kekuatan untuk kita.

*Ditulis dengan beberapa pengembangan pribadi
Lafi Munira/Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD
Monitoring & Evaluation HPEQ Student-Dikti
via Enggar Kesuma Wardhani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

friends