Senin, 18 Februari 2013

*ehem*

"Kemudian apakah rasa harus diungkapkan dan kode harus dipecahkan, ketika tingkahku dan tingkahmu adalah sebuah jawaban?" -kuntawiaji

Jumat, 15 Februari 2013

Hijabku :')

Sebenarnya ingin posting tentang ini tuh kemarin, pas Hari Hijab Internasional, tapi ngantuks haha. Kali ini saya ingin bercerita mengenai hijab pertama saya.

Mungkin banyak teman-teman seperhijaban yang hapal betul kapan pertama kali berhijab, tanggalnya, momennya, bahkan kain pertama yang digunakan untuk berhijab. Ada yang waktu ulang tanggal dan bulan lahir, ramadhan, idul fitri, atau tahun baru hijriyah. Berhijab memang pantas dikenang sebagai bentuk transformasi diri, berupaya untuk lebih baik.

Kalo kalian tanya saya kapan saya berhijab, saya cuma bisa jawab "waktu kelas 2 SMA". Hari tepatnya saya tidak ingat, tidak ada momen spesial ketika itu, tidak ada dorongan dari orang lain sebelumnya, tidak sedang tren berhijab atau apa, juga belum paham makna hijab apa. Alasan saya ketika itu cuma satu. Saya nyaman berhijab.

Jadi ceritanya di sekolah saya tercinta, SMAN 3 bandung, setiap muslimah dianjurkan untuk berhijab selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di bulan Ramadhan, jadi otomatis punya udah punya baju muslim lebih dari satu kan untuk ganti ya. Yaudah, saya pake aja. Selama full KBM di bulan ramadhan ketika saya kelas 2 itu saya pake hijab terus.

Syalala. Libur Idul Fitri kemudian KBM seperti biasa. Berhubung nyaman, saya pake hijab lagi kalo lagi senin sampe kamis. Nah hari jumat ini ada olahraga, saya belum punya manset lengan panjang dan baju olahraganya lengan pendek, otomatis hari itu saya ga pake hijab. Masya Allah, rasanya beneran ga nyaman, pokoknya risih, entah mengapa ya. Bukan karena teman-teman atau siapapun, tapi risih gimanaaaa gitu, rasanya ga berhijab tuh sesuatu yang salah. Setelah itu mama membelikan saya manset, jadi minggu berikutnya saya udah bisa berhijab terus :')

Berbeda dengan kebanyakan orang yang begitu meniatkan momen berhijab ini, saya hanya menjalankan kemudian merasakan kenyamanan. Insya Allah hingga saat ini pun saya berusaha untuk selalu meluruskan niat, selamat berhijab, kawan!

Kamis, 14 Februari 2013

Nyaris

Alhamdulillah :')

Saya pengen cerita tentang kenyarisan-kenyarisan yang pernah saya alami.
Waktu kelas tiga SD, sepulang les renang saya biasa duduk di depan motor, tanpa helm, berpangku tangan di speedometer sambil menikmati angin. Suatu waktu, ketika itu lagi musim layangan, seperti biasa saya dan papa melewati jembatan layang cimindi. Tetiba saja papa saya oleng, ketika saya lihat, sela di antara hidung dan bibir papa udah berdarah-darah, ternyata ada benang gelasan layangan yang mengenai wajah papa. Masya Allah. Beberapa motor berhenti dan membantu kami ke klinik dokter terdekat, ternyata harus dibawa ke RS, berhubung sudah dekat rumah, saya dan papa pulang ke rumah. Papa masih berdarah-darah. Akhirnya saya, papa, dan mama pergi ke RS dustira, luka papa dijahit 5 jahitan. Jika diperhatikan lagi, sangat mungkin saya yang terkena gelasan tadi, soalnya saya duduk di depan dan tanpa helm. Nyaris sekali, semua orang heran kenapa bukan saya yang terluka. Kehendak Allah. Alhamdulillah.

Kemudian waktu saya kelas 5 SD, ada perlombaan renang nasional di Surabaya. Ada satu cabang perlombaan yang jadi andalan saya. Tebak saya urutan berapa? Saya urutan 4 dengan selisih 0.02 detik dengan urutan 3. Betapaaaaa nyarisnya. Alhamdulillah. Dua tahun berikutnya, berlokasi di Tegal, saya bisa mengalahkan sang juara 2 waktu ituuu.

Kemudian kelas 2 SMA, haha, malu, haha. Kawan, saya pernah nyaris ga naik kelas, gegara nilai fisika yang kurang. Betapa saya khawatir ga lulus UN gegara fisika, alhamdulillah ternyata kekhawatiran itu ga terwujud. Alhamdulillah, mungkin kalo saya ga pernah nyaris ga naik kelas gegara fisika, belajar fisika buat UNnya ga akan segetol itu.

Dan hari ini. Tamat Sarjana Kedokteran dengan IPK 3.50, nyaris cumlaude haha, butuh 0.01 saja. Alhamdulillah, saya yakin ada hikmah besar di balik ini :') Semangat!!


Sabtu, 09 Februari 2013

Bimbel Farmakologi

Alhamdulillah bisa belajar farmakologi secara intens dengan ahlinya :')

Suasana kelas tadi beda banget, biasanya kalo kuliah seperti biasa hal pertama yang dilihat para mahasiswa adalah sudut kiri slide dosen, bertanya-tanya berapa slidekah kuliah kali ini? kira-kira pulang jam berapa ya?
Kali ini? semua fokus, enam jam marathon kuliah pun rasanya kurang, semua antusias, bertanya, pokoknya pada semangat semua. Wuih. Kondusif banget deh.

Semua perbedaan ini hanya karena satu hal, yaitu niat. Bimbel farmakologi ini niat teman-teman sepertinya (dan semoga) memang untuk dapet ilmu, belajar banyak tentang farmakologi. Semoga niatnya tetap lurus dan bermanfaat ya.

Selamat belajar, stay healthy :)

Rabu, 06 Februari 2013

friends