Senin, 07 Maret 2011

invisible

ingin invisible di mata orang, tapi tetap besar di pandanganNya.

kadang invisible dapat membuat saya tersenyum datar
tapi invisible membuat kadar keikhlasan makin terasa
ternyata setelah dirasa-rasa senyum saya makin mengembang
senang senang senang

ga ada yang bisa menjamin bahwa orang yang invisible tuh dapet porsi pahala dan kebaikan yang lebih besar, memang. tapi invisible dapat mengurangi kerancuan antara bahagia karena keiklhasan dan bahagia karena peran kita diketahui orang banyak.

manusia, complicated.

Kamis, 03 Maret 2011

tergiur menjadi biasa

tergiur menjadi orang biasa aja
yang cuma punya sedikit beban di pundaknya
tidak memikirkan hal-hal besar
memikirkan dirinya dan lingkungan kecilnya saja
mengoptimalkan diri hanya untuk ruang lingkup kecil
padahal mungkin masih tersimpan energi besar yang menanti untuk dikeluarkan, digunakan dengan optimal
bukan, bukan sekadar energi besar, tapi energi dahsyat.

salah atau ga? saya ga tau.

untuk sahabat yang mulai kelelahan,
apa benar sudah lelah untuk Jannah-Nya?

Selasa, 01 Maret 2011

surga dan cinta


Setiap mu'min akan bersama orang yang dicintainya di surga.
Yaa Allah, ingin banget sama mama papa di surga nanti. Aamiin.
Cinta banget sama mereka berduaaaa.
Urutan prioritas cinta :
1. Allah Swt.
2.Rasulullah Saw.
3. Mama Papa
4. ? (hehe :) )

rendah hati

Salah satu kehebatan tarbiyah Rasulullah saw. adalah berhasil melahirkan dan mengumpulkkan manusia-manusia 'besar' tanpa satupun diantara mereka yang merasa 'terkalahkan' oleh yang lain. Setiap mereka tidak berpikir bagaimana menjadi 'lebih besar' dari yang lain. Mereke berpikir bagaimana mengoptimalisasikan seluruh potensi yang ada pada dirinya dan mengadopsi sebanyak mungkin 'keistimewaan' yang ada pada diri orang lain.

Umar bin Khattab mungkin merupakan contoh sahabat Rasullullah saw. yang dapat memadukan hampir semua prestasi puncak dalam bidang ruhiya, jihad, qiyadah, akhlak, dan lainnya, namun kehebatan itu tidak 'menghalangi' beliau untuk berambisi menjadi 'sehelai rambut dalam dada Abu Bakar'. Suatu bentuk kerendahan hati yang luar biasa.

Anis Matta-arsitek peradaban

kekalahan

Dalam sajak Aku , Chairil Anwar mengungkap sebuah obsesi tentang napas dan stamina kehidupan, vitalitas, dinamika, dan yang jauh lebih penting : perlawanan. Dia ingin melawan ketidakmungkinan; dia ingin menembus masa; dia ingin mengabadi, maka ia berkata, "Aku mau hidup seribu tahun lagi."
Akan tetapi, beberapa saat menjelang wafatnya, Chairil Anwar ternyata menyerah. Sakitnya parah. Ia mati muda. Namun sebelumnya dia berkata, "Hidup hanya menunda kekalahan."

Seorang pahlawan boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah, tetapi dia tidak boleh kalah. Dia tidak boleh menyerah kepada kelemahannya; dia tidak boleh menyerah kepada tantangannya; dia tidak boleh menyerah kepada keterbatasannya.

Anis Matta

friends