Kamis, 02 November 2017

Resume khutbah Nouman Ali Khan : Light Up Our Heart

Bismillah.
Mari kita memaknai QS An-Nur : 39-40.
Coba kita baca dengan seksama, perlahan, dan sambil direnungi.


Berikut terjemahan Bahasanya:
39.  Dan orang-orang yang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya,
40. atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dal, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.



Bismillah.
Nur bermakna cahaya, cahaya merupakan asosiasi petunjuk. Kelak di Padang Mahsyar, setiap orang akan terpancar cahaya dari dada dan tangannya, kadar terang dan redupnya ditentukan oleh iman. Maka ada seseorang yang memiliki cahaya yang terang benderang, ada pula yang padam total alias tidak punya cahaya, black out. Cahaya tersebut digunakan sebagai penerang manusia menuju surga. Wallahu'alam.

Ayat 39 menggambarkan kondisi orang-orang yang, meskipun disitu tertulis orang kafir, tidak menutup kemungkinan orang tsb adalah (yang mengaku) muslim, atau yang bersikap dan berperilaku 'seperti layaknya' muslim, lahir dan tumbuh dalam keluarga muslim, besar di lingkungan muslim, bahkan bisa saja rajin ibadahnya, namun punya penyakit hati misal iri, dengki, rakus, pelit, riya, dan (yang terparah) sombong atau merasa lebih baik dari orang lain, merasa lebih sholeh dibanding orang lain, merasa lebih pintar dibanding orang lain, merasa akan masuk dalam golongan orang muslim yang sholeh dan selamat pada Hari Perhitungan kelak. Na'udzubillahi min dzalik. Astagfirullahal'adzim.

Mengapa? Karena mereka secara kasat mata manusia terlihat sebagai muslim yang baik, dan sholeh, namun Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam diri dan hati setiap makhluk-Nya. Maka mereka digambarkan pada ayat 39 dalam situasi yang terang dan terik di tanah yang lapang melihat fatamorgana, namun ketika didatangi, Allah-lah yang mereka dapati dengan kecermatan perhitungan-Nya mengetahui apa penyakit hati dalam diri mereka. Cahaya ada menyelimuti kehidupan di dunia yang mereka jalani, namun mereka lengah dengan apa yang ada dalam hatinya.

Ayat 40 menggambarkan orang-orang yang di kehidupan dunianya jauh dari cahaya, sejak awal mereka memilih lingkungan dan pergaulan yang salah, hidup hanya untuk bersenang-senang, minum alkohol, judi, dan lainnya. Maka mereka kelak ibarat diliputi kegelapan yang berlapis-lapis, mau lihat tangan juga ngga bisa saking ngga ada cahayanya.

Semoga kita tidak termasuk dalam kedua golongan tersebut. Semoga kita senantiasa memperbaiki diri dan mengevaluasi ibadah dan apa yang ada dalam hati kita, semoga Allah hindarkan dari segala penyakit hati dan lingkungan serta pergaulan yang tidak baik. Aaamiin. Wallahu'alam.

Link khutbah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

friends