Kamis, 21 Oktober 2021

Allah chose you

 


Sebagian hikmah QS. Al Hajj ayat 78.
MasyaAllah, Allah memilih kita, insyaAllah Allah mampukan kita.

Rabu, 21 Oktober 2020

Barakallah Ayah dan Abang

 


Ayah, our best place to consult, our palugada solution, Ayah terserba bisa, tersabar, tersolutif, barakallah fii umrik. We are so blessed having youuu as our family man. 
May Allah bless you, everything you do, every single breath you take, every path you take.
You're such an inspiration to our family. Barakallah too for Omah Nina for raising you as a child until become who you are right now.


Abang, barakallah fii umrik too, my lovely son. Semoga abang jadi anak baik, anak sholeh, sayang sama Ayah Ibu Dede Eyang Omah Opah Bibi yaaa. Makin kreatif, makin rajin belajar. Ibu sayaaaang banget sama Abang.


Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatinaa qurrota 'ayun, waj'alna lil muttaqina imaama. Aaamiiin.

Selasa, 15 September 2020

Blessed

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Fabiayyi aalaaa irobbikumaa tukadzibaan.

Yaa Allah, golongkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur.
Aaamiin

Selasa, 14 Juli 2020

Surat untuk Dede Hasna (part 1)

Assalamu'alaikum, Dede Hasna sayang yang lembut hatinya :)

Dede, ibu mau mulai dari cerita kehamilan dede yaa. Ibu hamil dede ketika kita sekeluarga bersama sama kumpul di Cilacap, bersama ayah, abang, dan eyang putri, so loved and blessed. Long story short, ketika Ibu mulai kontraksi fase aktif, ibu masih sempat mandi air hangat dan disuapi koko krunch oleh ayah, ibu juga mau makan KFC, dan sudah diorderkan oleh Ayah via gofood, tapi sayang belum sempat dimakan Ibu udah mules banget dan otw ke IGD RS Fatimah. Ibu turun di pintu IGD langsung jalan masuk dari tempat drop off (karena ayah parkir mobil dulu) ke dalam IGD fatimah, bilang mau melahirkan ke perawat jaga. Langsung diminta naik kursi roda dan didorong ke VK IGD yang sesungguhnya deket sih. Haha. Naik ke meja pemeriksaan dan dicek udah pembukaan 8. Bidan IGD panik langsung diminta pindah ke bed roda untuk segera didorong ke VK, alhamdulillah masih sempat. Pas sampai di VK udah bilang ke bidan bahwa udah ngga kuat nahan neden. Dicek masih bukaan 9, masih disuruh tahan, sesaat kemudian udah pembukaan lengkap. Alhamdulillah dede lahir dan langsung nangis, ayah menyaksikan juga. Abis beres ini itu. Ibu langsung makan KFC yg tadi diorder. Nikmaaat banget. Makasih Ayah. Setelahnya, dede langsung pinter nyusu dan bisa tidur nyenyak, ibu pun jadi bisa tidur nyenyak juga.

Experience is the best teacher. Alhamdulillah Allah mudahkan proses membersamai tumbuh kembang Dede dan Abang. Dede tumbuh jadi anak perempuan manis yang penyayang.

Dede, ibu belajar banyak dari dede. Fitrah perempuan begitu terasaaa dari tingkah perilaku dede. Dede suka memeluk sambil elus elus punggung ibu, dede sering ingin membantu eyang menyiapkan makanan, dede yang mau menyuapi abang atau bahkan ibu dan eyang, dede yang ingin mandiri dalam menyiapkan pasta gigi dan odol, dede yang ingin pakai baju dan celana sendiri, dede yang suka ingin memasak telur sendiri. Luvv dedeee.

Ibu sayaaang sekali sama dede, semoga Allah selalu menjaga dan menyayangi dede.

Sampai jumpa di surat berikutnya, sayang.

Senin, 06 Juli 2020

Surat untuk Abang Salman (part 1)

Assalamu'alaikum, Abang Sayang.

InshaAllah ibu sekarang mau mulai menyampaikan apa yang ibu rasa dan apa yang ibu ingin sampaikan ke Abang. Selain untuk mengabadikan momen momen kita bersama, tulisan ini juga sebagai wahana refleksi ibu sebagai ibu abang. Ibu sadaaar sekali kalau ibu bukanlah ibu yang sempurna, tapi ibu mau abang dan dede tau, bahwa ibu akan dan sedang terus belajar, untuk jadi ibu yang baik buat abang dan dede.

Mungkin kalau mau disusun rapi, cerita ini dimulai dari proses kehamilan abang, tapi ibu mau mulai dari detik ini aja ya. Ibu udah bilang langsung sama Abang Sabtu lalu, malam ketika abang mau tidur, tapi ibu mau bilang lagi disini. Terima kasih ya, Abang, sudah bisa melaksanakan apa yang kita sepakati saat acara lamaran tante, Ibu banggaa sekali, Abang bisa menghormati prosesi acaranya, meskipun ibu tau abang ingin sekali memperlihatkan Thomas dan Nia abang ke tante ketika tante muncul. Ibu salut, abang bisa mengontrol keinginan abang untuk langsung lari menuju tante dan memilih untuk menulis boardbook atau bermain playdoh dan kereta di meja dan di sekitar meja saja.
I'm so proud of youu, abang. *cry* *BIGHUG*

Abang sekarang sudah berusia 3 tahun 9 bulan, tak terasa ya. Rasanya baru kemarin ibu masih pakai sarung duduk makan di kantin RS Al-Islam setelah dirujuk dari Klinik Bersalin di Cipadung, yang ibu lupa namanya. Ibu tidak bisa tidur semalaman karena kontraksi yang masih ibu ingat, ternyata itu masih kontraksi fase laten. Mulanya kaget ketika tau masih pembukaan 1, tapi setelah masuk fase aktif, ibu sejak saat itu paham betul bagaimana rasanya kontraksi saat fase aktif. Hehe. Memang beda dan tak terlupakan. Sebuah pembelajaran berharga yang berguna saat proses persalinan Dede. 

Balik ke Abang lagi ya. Abang sekarang sudah mulai suka menulis dan berhitung. Abang suka mengeja dan making a joke tentang ejaan. hahaha. Ibu heran dan takjub kepada abang, bahkan sampai mau tidur pun masih menulis angka atau huruf di udara. Gemasss. 

Abang: Bu, kalau I-U-B dibacanya apa?
Ibu: IUB
Abang dan Ibu: *tertawa girang*

atau abang juga suka making a joke tentang angka angka, for instance:

Abang: Bu, bu, denger nih Satu, Dua, Empat.
Ibu: *pasang tampang bingung*
Abang dan Ibu: *tertawa girang*

Abang kesayangan ayah dan ibu, terima kasih sudah jadi anak yang rajin belajar, rajin berlatih, dan selalu ingin beraktivitas kesana kemari, abang adalah anak yang pandai mensyukuri nikmat sehat yang Allah kasih. Abang juga suka membantu dede saat dede kesulitan dan bantu dede ambil minum karena dede belum sampai tangannya.

Sekarang sampai sini dulu ya, Bang.
InshaAllah nanti kita lanjutkan lagi yaaa.

Wassalamu'alaikum warahmatulllahi wabaraktuh, Sayang.

Selasa, 17 April 2018

Setiap inget proses lahiran, rasanya ingin nangis haru :')

Kamis, 02 November 2017

Resume khutbah Nouman Ali Khan : Light Up Our Heart

Bismillah.
Mari kita memaknai QS An-Nur : 39-40.
Coba kita baca dengan seksama, perlahan, dan sambil direnungi.


Berikut terjemahan Bahasanya:
39.  Dan orang-orang yang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya,
40. atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dal, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.



Bismillah.
Nur bermakna cahaya, cahaya merupakan asosiasi petunjuk. Kelak di Padang Mahsyar, setiap orang akan terpancar cahaya dari dada dan tangannya, kadar terang dan redupnya ditentukan oleh iman. Maka ada seseorang yang memiliki cahaya yang terang benderang, ada pula yang padam total alias tidak punya cahaya, black out. Cahaya tersebut digunakan sebagai penerang manusia menuju surga. Wallahu'alam.

Ayat 39 menggambarkan kondisi orang-orang yang, meskipun disitu tertulis orang kafir, tidak menutup kemungkinan orang tsb adalah (yang mengaku) muslim, atau yang bersikap dan berperilaku 'seperti layaknya' muslim, lahir dan tumbuh dalam keluarga muslim, besar di lingkungan muslim, bahkan bisa saja rajin ibadahnya, namun punya penyakit hati misal iri, dengki, rakus, pelit, riya, dan (yang terparah) sombong atau merasa lebih baik dari orang lain, merasa lebih sholeh dibanding orang lain, merasa lebih pintar dibanding orang lain, merasa akan masuk dalam golongan orang muslim yang sholeh dan selamat pada Hari Perhitungan kelak. Na'udzubillahi min dzalik. Astagfirullahal'adzim.

Mengapa? Karena mereka secara kasat mata manusia terlihat sebagai muslim yang baik, dan sholeh, namun Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam diri dan hati setiap makhluk-Nya. Maka mereka digambarkan pada ayat 39 dalam situasi yang terang dan terik di tanah yang lapang melihat fatamorgana, namun ketika didatangi, Allah-lah yang mereka dapati dengan kecermatan perhitungan-Nya mengetahui apa penyakit hati dalam diri mereka. Cahaya ada menyelimuti kehidupan di dunia yang mereka jalani, namun mereka lengah dengan apa yang ada dalam hatinya.

Ayat 40 menggambarkan orang-orang yang di kehidupan dunianya jauh dari cahaya, sejak awal mereka memilih lingkungan dan pergaulan yang salah, hidup hanya untuk bersenang-senang, minum alkohol, judi, dan lainnya. Maka mereka kelak ibarat diliputi kegelapan yang berlapis-lapis, mau lihat tangan juga ngga bisa saking ngga ada cahayanya.

Semoga kita tidak termasuk dalam kedua golongan tersebut. Semoga kita senantiasa memperbaiki diri dan mengevaluasi ibadah dan apa yang ada dalam hati kita, semoga Allah hindarkan dari segala penyakit hati dan lingkungan serta pergaulan yang tidak baik. Aaamiin. Wallahu'alam.

Link khutbah

Selasa, 22 September 2015

Paradigm Shift

Punten baru muncul ke permukaan. Barusan mau posting lanjutan esai ttg rekayasa persepsi peran perempuan blablabla the last ship itu, tapi pas diliat lagi, masih kacau dan amburadul, ingin diedit dulu, tapi entah kapan, soalnya mesti perbanyak baca referensi lagi ternyata hehe *peace*

Hmm.. sekarang saya mau lanjut bahas buku ya, sedikit aja sih, keypoint yang saya ambil dari hasil rangkuman setelah baca kisaran 3 buku (kuning, pink, merah) yang belum semuanya tuntas dibaca. 

Okay. This is about paradigm shift.
Biasanya, kebahagiaan kita dapatkan karena memperoleh sesuatu, mendapatkan hak, diberi, dimengerti, disayang, dicintai, segala sesuatu yang sifatnya pasif. Nah, ketika kita memutuskan untuk menikah, paradigma tersebut harus diubah menjadi bagaimana kebahagiaan hakiki bisa dicapai dengan memberikan sesuatu, melaksanakan kewajiban, memahami, menyayangi, mencintai, segala sesuatu yang sifatnya aktif, lupakan hak-hak kita, minimkan ekspektasi, sehingga ketika pasangan kita melakukan sesuatu untuk kita, sesederhana apapun itu rasanya akan sangat berharga. Hal ini berlaku dalam segala aspek. Klise ya, tapi penting, dan bisa diusahakan kok, insya Allah :)

Semoga bermanfaat. Sampai jumpa lagi.

Kamis, 17 September 2015

Cerdas Finansial

*terektek* *terektek* *melemaskan ruas-ruas jari*

Bismillah, udah pada siap belum menyimak resensi buku hari ini? Hehe, duuuh kok tiba-tiba ingin jadi dubber film yaa? tuh kan belum apa2 udah mulai flight of ideas ._. sorry

Baiklah, saya sistemnya mau random gapapa ya? Sakaingetna dan seinginnya. Daaan per buku akan dibagi menjadi beberapa tulisan, yakali da saya mah ngga sanggup kalau langsung sebuku setulisan hahaha renta. Buku pertama berjudul Cerdas Finansial ala Keluarga Muslim, maaf lupa yang nulisnya siapa. Hari ini saya mau kasih point2nya aja ya, super singkat, tapi insya Allah cukup jelas, kalau ada yang mau ditanya, diskusi di komentar aja (siapa juga yang mau nanya wkwkwkwk dan siapa juga yang mau jawab -______-). 

Apa yang harus kita lakukan dalam manajemen finansial?
1. Analisis kondisi keuangan
2. Buat rencana keuangan, termasuk target2 pencapaian beserta waktunya
3. Implementasi. Laksanain yang udah direncanain. Jangan di kertas aja muahahaha
4. Monitoring. Dicatat, evaluasi berkala, struk2 belanja kalau bisa diarsipin juga.

Pengeluaran (ini diurutkan berdasarkan prioritas:
1. Zakat/infaq/sedekah
2. Hutang (cicilan-cicilan)
3. Tabungan (termasuk disini asuransi pendidikan anak, tabungan haji)
4. Kebutuhan pokok

Cerdas Finansial
1. Pengendalian dalam pembelanjaan (butuh vs ingin, efisien dan efektif)
2. Disiplin dalam menabung
3. Disiplin dalam menghasilkan uang


Demikian dulu, maaf buru-buru. Bye.

Selasa, 15 September 2015

Mau jadi dokter apa?

Berikut ini versi sangat singkat tulisan ketika muda *merasa tua* tapi problemnya emang sedang hangat diperbincangkan, dan akan selalu dinamis, serta jadi bahan pertimbangan buat para dek koas dan mungkin para petinggi yg mau 'mengarahkan' tren spesialistik dokter di Indonesia, selamat membaca..

Klik disini --> spektrum online

Spoiler

Assalamu'alaikum, jumpa lagiii... *lambai-lambai tangan*
Insya Allah dalam beberapa waktu ke depan saya mau coba meresensi beberapa *sok kebanyakan buahahaha* buku yang sudah dan/atau sedang saya baca. Ada yang memang bukunya saya punya, ada juga buku pinjaman, dan ada juga yang cuma saya baca sampai tamat di toko buku (maafin Nita, Yaa Allah..)


Senin, 14 September 2015

Film Sedih

Kemarin iseng buka folder video, di dalamnya ada banyak folder, salah satunya folder "belum ditonton", isinya ada folder-folder lagi haha, ada folder "film sedih", "Exam (2009)", "How to Train Your Dragon 2 (2014)", "Reasonable Doubt (2014)", dan "Step Up All In (2014)".

Mayoritas film-film tersebut dipasok oleh Agitha, cuma satu yang bukan, yaitu folder "film sedih" hahahaha, itu dari Admil. Mintanya udah sejak Juni 2014, emang saya sengaja minta film sedih haha, tapi setiap buka folder itu, momentnya selalu sedang ngga sanggup buat nangis (?), jadi selalu batal ditonton.

Folder film sedih itu isinya cuma satu film, yaitu Miracle in cell no.7, film korea, durasinya sekitar 120 menit. Kemarin, di hari minggu yang cerah dan berbahagia, saya nonton film itu.

.... 
....
....

BENERAN,
SEDIH BANGEEEEEETS!!!!! 
Saya sampai nangis sesegukan persisten derajat berat,
aseli, sedihnya sampai ke relung jiwa, lubuk hati yang terdalam porak poranda :'( 


Sekarang, film itu udah saya pindahin dari folder "belum ditonton" ke folder "film sepanjang masa". Bagus.

Minggu, 13 September 2015

Is marriage like dating?




by Nouman Ali Khan

"Forget about your rights, worry about your obligations."
Well said, Sir.

Rekayasa Persepsi Peran Perempuan dalam Lingkungan Sosial, Serupa Rekayasa Genetika pada Film Serial The Last Ship (part 1)

Siang itu Saya tengah mencari literatur menarik sebagai sumber referensi dalam pembuatan esai yang saat ini ada di hadapan Anda. Saya mengetik kata “perempuan” pada mesin pencari online, saya membiarkannya sejenak, kemudian sepersekian detik berikutnya sang mesin pencari pintar tersebut merekomendasikan satu dua kata setelah kata perempuan yang telah saya ketikkan. Saya cukup kaget, karena frase yang muncul adalah “perempuan cantik”, “perempuan seksi”, dan “perempuan bergairah 1982”. Tak jauh beda ketika saya mengetikkan kata “wanita” pada mesin pencari yang sama, frase yang muncul kemudian adalah “wanita malam”, “wanita seksi”, dan “wanita bahagia”. Saya menatap layar monitor sembari menghela napas sejenak. Apakah perempuan selalu identik dengan ekploitasi fisik? Apakah perempuan hanya satu bentuk komoditas untuk dinikmati? Clearly, something wrong happened.

Perempuan di Mata Perempuan


Ada golongan perempuan yang menganggap perempuan hebat adalah perempuan sholehah dan cerdas, serta taat pada suaminya, mampu mendidik anak-anaknya menjadi generasi mukmin sejati yang rahmatan lil’alamin, mampu mengatur keuangan keluarga, indikator keberhasilannya adalah keluarga yang bahagia. Beberapa kelompok tertentu memiliki pendapat lain, baginya perempuan itu mesti berpendidikan tinggi, mengejar cita-cita setinggi langit, mampu bersaing dengan para lelaki, bermanfaat langsung dalam pengambilan kebijakan yang berpengaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat, indikator keberhasilannya adalah posisi jabatan strategis dalam suatu instansi. Ada pula perempuan lain yang berpikiran bahwa perempuan pantas untuk dikagumi khalayak ramai sebagai bentuk syukurnya kepada Tuhan atas nikmat keelokan tubuh yang diberikan padanya, sehingga dengan berbagai upaya dia ingin tampil menjadi hiburan khalayak ramai, indikator keberhasilannya adalah berhasil menjadi selebriti yang terkenal. Itu baru tiga persepsi, mungkin Anda pun memiliki pendapat lain mengenai bagaimana deskripsi perempuan hebat. Itulah manusia dengan keanekaragaman pikirannya. Lalu, mana yang benar? Mana yang baik?


kelanjutannya akan dipublikasi minggu depan, insya Allah.

Rabu, 09 September 2015

Uji Ingatan*

Assalamu'alaikum, semuanyaaaah
Khanmaiiiiiiiin, udah lama banget ngga meng-apa-apa-kan blog ini, kayak ngga berpenghuni, berbeda kondisi dengan hati saya yang sudah ada penghuninya #eaaak #naonsih, yaaa ini pun agak maksain nulis, makanya prolognya aneh begini, sampai kata terakhir ini masih cari ide mau nulis apa.

Terlalu banyak hal yang udah terjadi, terutama sejak mulai berdomisili di Bandung. Sesungguhnya ingin diceritakan, tapi entah kenapa susah dijewantahkan dalam tulisan euy, terlalu melibatkan amygdala. Daaaan,... sampai kata ini masih belum ada ide juga mau nulis apa. 

Hmm.. Oh! Kemarin ada kejadian notes kecil saya ketumpahan air, nah, demi menjaga kebermanfaatannya, saya mau coba nulis ulang sesuatu yang pernah saya tulis disitu aja, catatan ketika menghadiri suatu majelis, tapi semuanya berdasarkan ingatan aja gapapa ya, soalnya beneran udah ngga kebaca lagi tulisannya hehe. Maafkan kalau agak flight of ideas. 

Jadi suatu pagi, dapet info (lupa dari siapa, semoga Allah bales kebaikannya) kalau ada kajian di Masjid Al-Aqobah, Pusri. Judulnya "Membangun Keluarga Bahagia, Belajar dari Sirah Nabawiyah", menarik, kan? haha. Alhamdulillah sedang tidak jaga, yaudah saya langsung ke TKP aja kecepatan 80km/jam #yakali konstan. Nah, daripada PHP, saya langsung kasih tau aja sekarang yaa, ternyata oh ternyataa dalam pelaksanaannya, kajian ini ngga ada menyinggung2 tentang sirah hahahaha, tapi tetap menarik dan bermanfaat kok, soalnya sang pemateri adalah konsultan pernikahan, jadi beliau lebih banyak cerita tentang realita dan petunjuk yang aplikatif. Ini ngga akan berbentuk narasi ya, soalnya lupa lupa inget euy.

Bismillah.

Niat menikah paling utama, karena semua amal tergantung niatnya, beberapa diantaranya adalah mengharap ridha Allah, melaksanakan sunnah Rasul, menghindari maksiat. Niat mesti diluruskan tiap saat, baik pranikah, saat menikah, maupun ketika sudah menjalani pernikahan.

Pranikah
Tentang memilih pasangan
Nah, mesti sesuai sunnah rasul dan ikhlas. Maksudnya sesuai sunnah rasul adalah cari pasangan yang sholeh/ah itu harus, kriteria lainnya sesuai selera. Kita mau pilih yang cantik/ganteng, baik, rajin menabung, jago nari salsa, kolektor perangko, atau apapun.... silakaaan, manggaaaa, ngga ada yang larang, yang penting sholeh/sholehah-nya terpenuhi. Ikhlas disini maksudnya mengharapkan pada Allah pasangan yang sesuai yang kita inginkan, bukan berharap pada yang lain.

Kriteria kesiapan menikah
1. Baligh (jelas ya, siap secara fisiologis, organ-organ reproduksi udah fungsional)
2. Pantas
Case 1: Ada pria usia 27 tahun, mapan, tapi bangun masih mesti dibangunin, hobi foya-foya, masih ngga bertanggung jawab sama benda-bendanya sendiri. Udah pantas menikah, belum?
Case 2: Ada pria usia 20 tahun, masih kuliah, kerja serabutan, rajin menabung meskipun dikit, bertanggung jawab, semangat kerja. Udah pantas menikah, belum?
Yak... intinya, masalah kepantasan ini keywordnya adalah akhlak. Solusinya senantiasa memantaskan diri, jadi pribadi yang lebih baik.
3. Paham hukum pernikahan atau fiqih munakahat

Menikah
Menjadi suami/istri
1. Respect terhadap perbedaan
Perempuan dan laki-laki beda secara anatomis, fisiologis, dan psikologis. Masing-masing mesti saling paham dan ngga memaksakan kehendak atau pola pikir.
2. Interdependent
Suami istri mesti saling bergantung (sebaiknya ngga ada yang dominan dan resesif), open minded, musyawarah.
2. Paham hak dan kewajiban suami/istri
Kewajiban suami: Menafkahi, membimbing istri jadi lebih baik (kalau istrinya makin sholehah artinya seiring berjalannya waktu suami juga mesti makin sholeh), menggauli istri secara ma'ruf (ngga gampang marah).
Kewajiban istri: Ta'at  (singkat, padat, jelas, dan jleb!) dan membahagiakan suami (frase yang luas dan dalam haha, mesti kreatif dan inovatif!) bukan malah membahagiakan orang lain, contoh: dandan ketika keluar rumah, bukannya pas di rumah.
3. Menyediakan agenda khusus berdua, tujuannya memelihara dan menjaga keharmonisan
Banyak pasangan suami istri yang pergi berdua hanya karena setting kegiatan sosial. Misal, ke undangan bareng, atau hadir kantor ngadain agenda gathering keluarga sekantor. Mestinya tetep mengagendakan khusus berduaan di luar setting sosial. Ya emang sengaja pergi berdua berbahagia bersama, bukan karena diundang berdua.

Menjadi orangtua
1. Menantikan kehadiran anak dengan bahagia
Kata sang pemateri, biasanya anak pertama begini, tapi pas anak kedua dan seterusnya suka hilang sense kebahagiaan menantikan kehadiran anaknya. Hmm.. semoga ngga yaa.
2. Memberikan nama yang baik
3. ---- lupa banget ----
4. Berlaku adil
5. Berdo'a yang baik setiap waktu
6. Mendidik dengan pendidikan yang benar.
Maksudnya memberi teladan, membiasakan hal baik, menanamkan nilai-nilai islami.
7. ---- lupa banget----
8. Sex education
Goal-nya adalah anak-anak paham bahwa....
Laki-laki yang baik itu laki-laki yang mampu jadi suami dan ayah yang baik
Perempuan yang baik itu perempuan yang mampu jadi istri dan ibu yang baik

Sesi tanya jawab:
Akhwat X: Ustadz, definisi mapan tuh apa ya? Soalnya saya liat kondisi sekarang akhwat banyak yang mau nikah terhambat dengan paradigma ikhwan yang merasa belum mapan? *tepuk tangan buat mbak ini yang mau curcol di forum besar*
Ustadz: Mapan ngga ada batasan tertentu berupa kekayaan atau pekerjaan, mapan adalah komitmen untuk bertanggung jawab sebagai suami dan ayah.

Demikian. Wallahu'alam. 
Hahahahaha. Maaf ada yang lupa-lupa.
Semoga bermanfaat. Aaaamiiin.

* judul ditentukan setelah selesai nulis

Cleanliness and Productivity

Maaf gede biar jelas hehe

Productive Muslimah

Semoga bermanfaat, ukh! :)
#penyegaranblog #akhirnyaupdatejuga #meskipunrepost

Kamis, 13 Agustus 2015

The most lovable person in the world: Mama

Sayang. Sayaaaang banget sama beliau. Moga mama disayang Allah.

friends