Minggu, 24 Agustus 2014

Mana dimana ada jantung sehat?
Jantung sehat ada dimana-mana :)

Tetiba kepikiran, gimana kalo koreografer Step Up jadi instruktur senam jantung? That's gonna be awesome! hehehe, apalagi kalo Si Moose atau perempuan yang dari Jepang (atau Korea? entah juga) itu, whoaaa. Sudah dua minggu ini kedatangan instruktur tamu, gerakannya (sok) asik dan energik, anak muda bangetlah, makanya keingetan Step Up. Banyak fenomena sosial menarik yang didapet setiap ke KI minggu pagi, lucu-lucu, ajaib-ajaib, dan menyenangkan, tapi paling nggak ngerti sama remaja yang leuleus banget senamnya haha, masa kalah sama ibu-ibu atau bapak-bapaknya. Ajang rekreasi keluarga banget. Membayangkan kalo nggak ada KI, apalah jadinya Palembang ini haha. Cuma satu aja kayaknya masih kurang, manajemen sampahnya belum bagus, kesadaran buang sampah pada tempatnya masih kurang. Semoga ke depannya lebih baik ya.

Rabu, 20 Agustus 2014

Hari minggu kemarin alhamdulillah berkesempatan ikutan silaturahim relawan BSMI, hwuaaaa, ketemu adik2 2012-2013 yang semangatnya masih membara haha dan mencicipi makanan2 enaaaaaak :9 *tetep yah fokusnya ke makanan*, jadi moment refleksi juga buat melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat. Alhamdulillah bisa ngobrol-ngobrol berkualitas dengan Irbas, seneng banget bisa ngobrol dengan Irbas (entah mengapa Irbas selalu mengingatkan saya dengan Pusfa), berasa udah berabad-abad nggak ketemu haha, padahal selama ini sama-sama satu atap di RS. Deep conversation yang bikin dispnea, bukan dispnea yang patologis, tapi semacam breathtaking moment karena semua hal yang dilalui bikin ingat betapa Allah Maha Besar dan saya yang begitu kecil, betapa segalanya akan mudah jika Allah berkehendak :')

Alhamdulillah selama disini bisa ikutan senam jantung dua kali seminggu, banyak waktu buat ngobrol dengan orang tua, dan banyak waktu buat baca, jadi bikin pikiran lebih jernih. Belajar bahwa kepribadian tertentu bisa jadi premorbid suatu gangguan jiwa, juga dapet kasus bahwa pem-bully-an bisa bikin seseorang jadi retardasi mental (!), bahwa suku-suku tertentu juga mempengaruhi warna gangguan jiwa tertentu pada seseorang, dapet juga pengetahuan dari pasien gimana bentuk dan cara penggunaan NAPZA, dan banyak hal lain yang baru diketahui.

Berdasarkan observasi pribadi dan interaksi langsung dengan penghuni Erba selama kisaran dua setengah minggu ini, insya Allah ada tiga hal bisa menghindarkan kita dari gangguan jiwa.
Bersyukur dengan segala yang Allah kasih, bukankah nikmat-Nya selalu melimpah ruah? :)
Berani menghadapi segala tantangan yang menghadang. Jangan kabur, jangan lari. Hadapi dengan berani, daaaaaan Tawakal, selalu ingat ada Allah yang Maha Segalanya. Kita berusaha, berdo'a, Dia yang menentukan. Ikhlas dan bersyukur dengan segala yang didapat, mesti bisa menerima kenyataan, meskipun mungkin nggak sesuai keinginan.

Semoga bahagia dan sehat berdasarkan UU no 36 tahun 2009 selalu yaaa :)

Selasa, 12 Agustus 2014

Ya terus kenapa?

*heboh bahas jenis kepribadian*

D: "Hah?! Teteh yang 'macam ini' termasuk introvert?"
N: "Ya terus kenapa? -__-"
D: "Kayak gini dibilang introvert?" *masih nggak percaya*
N: *deep sigh*
Suasana Palembang akhir-akhir ini sedang mendukung banget untuk stay di kosan baca roman atau novel sambil minum susu hangat, ditambah dapet kiriman kue lebaran dan rendang dari Mama aaaaak alhamdulillaaaah :')

Humor, Altruisme, Antisipasi

adalah beberapa bentuk defense mechanism yang matur :)

friends